Sragen, Berita Istana — Kabupaten Sragen memiliki struktur wilayah yang cukup luas dengan total 196 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan. Beberapa kecamatan terdiri sepenuhnya dari desa, sementara sebagian lainnya memiliki kelurahan sebagai pusat pelayanan masyarakat. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sragen.
Direktur Utama PT Berita Istana Negara, Warsito, menyampaikan bahwa selain data wilayah, Pemerintah Kabupaten Sragen juga telah memperbarui data kependudukan per Januari 2025. Berdasarkan pembaruan semester II 2024 dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah penduduk Sragen kini mencapai 1.023.538 jiwa.
“Kabupaten Sragen kini dihuni oleh lebih dari satu juta penduduk, terdiri dari 510.418 laki-laki dan 513.120 perempuan. Data terbaru ini sangat penting untuk dasar penyusunan program pembangunan dan pemerataan pelayanan publik,” jelas Warsito.
Rincian Data Wilayah Kabupaten Sragen
- Jumlah Desa: 196
- Jumlah Kelurahan: 12
- Jumlah Kecamatan: 20
Data Kependudukan Terbaru (Per Januari 2025)
- Total Penduduk: 1.023.538 jiwa
- Laki-laki: 510.418 jiwa
- Perempuan: 513.120 jiwa
Desa Termuda: Gilirejo Baru, Kecamatan Miri
Warsito juga mengungkapkan bahwa salah satu desa termuda di Kabupaten Sragen adalah Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri. Desa ini berusia sekitar 23 tahun, hasil pemekaran dari Desa Gilirejo Lama yang terdampak pembangunan Waduk Kedung Ombo (WKO).
Desa Gilirejo Baru memiliki posisi geografis unik karena dikelilingi area WKO, sehingga akses utama menuju desa hanya dapat ditempuh melalui jalur Boyolali. Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan di sebelah utara dan Kabupaten Boyolali di sebelah barat.
“Meskipun menjadi desa paling barat Kabupaten Sragen dan dikelilingi perairan WKO, infrastruktur Gilirejo Baru sangat baik dan selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Akses jalan, listrik, hingga fasilitas umum terus ditingkatkan,” tegas Warsito.
Dengan perkembangan wilayah dan pembaruan data penduduk yang akurat, Kabupaten Sragen diharapkan mampu merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama bagi desa-desa yang memiliki karakteristik geografis khusus seperti Gilirejo Baru. Pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.(iTO)