Sragen – Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur’an yang beralamat di Dukuh Garut, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, menunjukkan langkah visioner dengan memanfaatkan lahan kosong pesantren untuk budidaya durian unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Direktur sekaligus pengasuh Ponpes Baitul Qur’an, Nurul Qur’an, menginisiasi penanaman bibit durian jenis Duri Hitam (Black Thorn) dan Musang King, dua varietas premium yang dikenal memiliki kualitas rasa unggul serta nilai jual tinggi di pasaran.
Menurut Nurul Qur’an, pemanfaatan lahan kosong ini bukan sekadar bertujuan ekonomi, namun juga menjadi sarana edukasi kemandirian dan kewirausahaan bagi para santri. Santri diharapkan dapat belajar langsung tentang pertanian modern, perawatan tanaman, hingga memahami nilai usaha produktif berbasis pesantren.
“Ini bagian dari ikhtiar pesantren agar santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan wawasan ekonomi,” ujarnya.
Untuk menjamin kualitas bibit, pihak pesantren membeli bibit durian unggul tersebut dari Hardiman, seorang penjual bibit tanaman buah-buahan yang berlokasi di Batu Jamus, Kabupaten Karanganyar, yang dikenal berpengalaman dalam penyediaan bibit durian berkualitas.
Menariknya, dalam pembelian bibit tersebut, Ponpes Baitul Qur’an juga mendapatkan fasilitas pendukung dari penjual, berupa penggalian lubang tanam, proses penanaman, pemberian pupuk awal, serta panduan perawatan bibit durian agar tumbuh optimal.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang yang berpotensi menjadi sumber pendapatan pesantren, sekaligus contoh nyata pengelolaan aset pesantren berbasis pertanian produktif. Ke depan, hasil budidaya durian ini diharapkan mampu mendukung operasional pesantren dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar.
Inisiatif Ponpes Baitul Qur’an ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan pengembangan ekonomi produktif yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.
(Har)