SRAGEN — Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti melakukan kunjungan kerja ke pabrik garmen PT Glory Industrial yang berlokasi di Kebayanan Pedakan, Bener, Kecamatan Ngrampal, Selasa (…). Kunjungan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) atau Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Inklusi Keuangan.
Ratu Maxima tiba mengenakan busana berwarna kuning yang dipadukan dengan syal bermotif batik. Setibanya di Bandara Adi Soemarmo, ia disambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, Respati Ardi dan Astrid Widayani. Sesampainya di Sragen, kedatangannya diterima langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama jajaran perusahaan.
Dalam kunjungannya, Ratu Maxima meninjau pelaksanaan program health financial activity yang diterapkan PT Glory Industrial bagi para karyawan. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif RISE yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan, kesetaraan gender, hingga penguatan kesejahteraan pekerja.
Sigit Pamungkas menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Sragen.
“Hari ini menjadi kunjungan perdana seorang ratu Belanda ke Kabupaten Sragen. Ratu Maxima datang sebagai utusan khusus Sekjen PBB untuk isu kesehatan keuangan,” ujar Sigit kepada wartawan.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka pintu bagi kerja sama strategis lainnya di masa mendatang.
Sragen dipilih sebagai lokasi kunjungan lantaran PT Glory Industrial menjalankan program RISE yang menekankan edukasi kesetaraan gender serta peningkatan literasi keuangan bagi para pekerja. Program tersebut dinilai relevan dengan upaya global PBB dalam memperluas inklusi keuangan di berbagai negara.
Perwakilan perusahaan, Mashuri, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup pekerja, baik di lingkungan kerja maupun keluarga.
“Program ini lebih ke edukasi individual. Jika kondisi finansial dalam rumah tangga baik, otomatis produktivitas di perusahaan juga meningkat,” ujarnya.
Menurut Mashuri, Ratu Maxima melihat langsung bagaimana pelatihan dan pendampingan finansial yang diberikan perusahaan mampu meningkatkan kesejahteraan para karyawan.
Kunjungan ini menjadi dorongan positif bagi kabupaten dan perusahaan untuk terus mengembangkan program pemberdayaan pekerja. Pemerintah daerah berharap praktik baik tersebut dapat diadopsi oleh lebih banyak perusahaan di Sragen maupun wilayah lain di Indonesia.(*)