Senin, 2 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Istana
Last updated: Senin, 2 November 2026 10:06 10:06:04 am
By Berita Istana
Share
6 Min Read
SHARE

Bank sentral Amerika Serikat (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober 2026. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, tetapi belum menghilangkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter AS dan prospek aset berisiko, termasuk kripto.

Dalam pernyataan resminya, Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyebut aktivitas ekonomi AS tumbuh dengan kuat, belanja domestik tetap tangguh, serta investasi dan produktivitas menunjukkan perkembangan positif. Namun, inflasi masih berada di level tinggi sehingga bank sentral membutuhkan lebih banyak data sebelum menentukan langkah kebijakan berikutnya.

Keputusan tersebut disetujui oleh 10 anggota FOMC, sementara dua anggota, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa risiko inflasi masih menjadi perhatian utama di internal The Fed.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai keputusan mempertahankan suku bunga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut tidak serta-merta menjadi sinyal positif bagi pasar kripto karena investor masih menghadapi ketidakpastian mengenai inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

“Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga memang memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi perubahan sentimen ke arah yang lebih positif. Hal yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik keputusan tersebut: inflasi masih tinggi dan The Fed belum memiliki cukup keyakinan untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi pasar kripto, kondisi ini berarti volatilitas masih berpotensi berlanjut karena investor akan terus menyesuaikan ekspektasi terhadap suku bunga dan likuiditas global,” kata Yudho.

Bitcoin Masih Sensitif terhadap Arah Kebijakan Moneter

Respons pasar setelah pengumuman FOMC menunjukkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga belum otomatis mendorong penguatan aset berisiko. Berdasarkan internal pasar FLOQ pada 29 Oktober, Bitcoin sempat bergerak di sekitar US$80.600 setelah pengumuman tersebut, namun terjun hingga rentang US$80.000-US$79.700. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu juga masih menghadapi tekanan dalam periode mingguan dan bulanan.

Pergerakan tersebut mencerminkan bagaimana pasar tidak hanya merespons keputusan suku bunga, tetapi juga mempertimbangkan prospek kebijakan moneter berikutnya, kondisi geopolitik, serta perkembangan ekonomi AS.

Di tengah situasi tersebut, investor juga perlu memperhatikan perubahan ekspektasi pasar terhadap pertemuan FOMC berikutnya. Data pasar prediksi Polymarket yang dipantau pada 29 Oktober menunjukkan probabilitas sekitar 77% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember, dibandingkan sekitar 20% untuk mempertahankan suku bunga. Angka ini merupakan ekspektasi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu, bukan kepastian keputusan The Fed.

Yudho menambahkan bahwa prospek Bitcoin dan aset kripto lainnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan sinyal kebijakan The Fed menjelang akhir tahun.

“Dalam jangka pendek, pelaku pasar perlu mewaspadai kemungkinan pergerakan harga yang tajam, terutama apabila data ekonomi berikutnya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Jika tekanan inflasi mereda, pasar berpotensi mendapatkan ruang untuk memulihkan sentimen. Sebaliknya, apabila inflasi tetap persisten dan The Fed kembali menaikkan suku bunga, aset berisiko dapat menghadapi tekanan tambahan,” jelasnya.

Data Ekonomi dan Pertemuan Desember Jadi Fokus Berikutnya

Setelah keputusan Oktober, perhatian pasar akan beralih pada data ekonomi AS yang dirilis menjelang pertemuan FOMC berikutnya pada 8–9 Desember 2026. Perkembangan inflasi, aktivitas ekonomi, dan pasar tenaga kerja akan menjadi sejumlah indikator penting untuk menilai apakah The Fed akan kembali menaikkan suku bunga atau mempertahankan level saat ini.

The Fed mencatat peningkatan penilaiannya terhadap pertumbuhan ekonomi dari solid menjadi kuat. Di sisi lain, dua pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober memperlihatkan bahwa opsi pengetatan lebih lanjut masih terbuka.

Menurut Yudho, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu keputusan FOMC atau pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Memahami keterkaitan antara inflasi, suku bunga, likuiditas, dan sentimen pasar menjadi bagian penting dalam membaca dinamika aset kripto.

“Ke depan, pasar akan semakin bergantung pada data dan bukan semata-mata pada ekspektasi pemangkasan suku bunga. Investor perlu menyiapkan beberapa skenario, baik ketika inflasi mulai mereda maupun ketika tekanan harga bertahan lebih lama. Pendekatan yang disiplin, pengelolaan risiko, dan pemahaman terhadap karakteristik setiap aset tetap penting di tengah ketidakpastian ini,” ungkapnya

Ia mengimbau masyarakat untuk memahami risiko investasi aset digital, melakukan riset secara mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan. Pergerakan harga aset kripto dapat berlangsung cepat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi global.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Seiring Perkembangan Pasar Mobil Baru, BRI Finance Hadirkan Penawaran Pembiayaan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Seiring Perkembangan Pasar Mobil Baru, BRI Finance Hadirkan Penawaran Pembiayaan
Berita Istana
Harga Bitcoin Terancam Turun di Bawah US$80.000, Investor Pantau Keputusan The Fed
Featured
Masuki Kuartal IV 2026, BRI Finance Siapkan Strategi Pendanaan melalui Obligasi
Featured
PR Ambassador 2026/2027 Jadi Ajang Pengembangan Talenta Public Relations BINUS @Malang
Featured
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?