Sragen — Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia akan digelar pada tanggal 13 Januari 2026 bertempat di Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Acara ini menjadi ruang temu hasil kerja rakyat tani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari seluruh wilayah kabupaten.
Sebanyak 20 kecamatan dijadwalkan menampilkan produk-produk pangan unggulan, didukung oleh 20 stand UMKM yang telah siap berpartisipasi. Kegiatan ini juga mendapat dukungan sarana berupa empat tenda dari BPT Jawa Tengah, serta masing-masing dua tenda dari Dandim dan Kapolres, sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung kerja-kerja rakyat.
Kehadiran lintas unsur tersebut memperkuat posisi acara ini sebagai hasil kerja kolektif antara rakyat dan pemerintah, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan refleksi nyata dari proses produksi, distribusi, dan penguatan ekonomi rakyat berbasis desa.
Dalam rangkaian kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia, mengemuka sejumlah rekomendasi strategis berbasis hasil kerja rakyat. Salah satu poin utama adalah penguatan dan penyegaran organisasi petani, khususnya kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).
Penyegaran kepengurusan poktan dan gapoktan diarahkan berbasis kinerja, regenerasi petani muda, dan keterbukaan organisasi. Ke depan, poktan tidak lagi diposisikan semata sebagai penerima program, melainkan sebagai subjek utama produksi, distribusi, dan pemasaran pangan. Sementara itu, gapoktan diarahkan menjadi simpul ekonomi desa yang terhubung langsung dengan UMKM, koperasi, dan pasar daerah.
Rekomendasi ini sejalan dengan semangat slogan “Dari Petani untuk Negeri”, yang menempatkan petani sebagai aktor utama pembangunan pangan, bukan sekadar objek kebijakan.
Dorong Narasi Kebijakan GPT-R ; Selain penguatan organisasi, kegiatan ini juga mendorong perubahan pola administrasi dan kebijakan agar lebih linier dan bermakna. Pola surat pengantar dan dokumen kebijakan diusulkan tidak lagi bersifat administratif formal semata, tetapi dikembangkan menjadi narasi GPT-R (Gerak–Produksi–Transformasi Rakyat).
Melalui pendekatan GPT-R, setiap dokumen kebijakan diharapkan mampu menjelaskan konteks rakyat, proses kerja, hasil nyata, serta arah tindak lanjut. Gerak rakyat tani di 20 kecamatan, produk pangan dan UMKM yang ditampilkan, hingga transformasi menuju ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi satu kesatuan narasi yang utuh dan berorientasi hasil, Kata Setyo Widodo selaku Ketau Tani Merdeka Indonesia Sragen.
Percepatan Katekanisasi untuk Keberlanjutan;
Agar hasil kegiatan tidak berhenti pada momentum acara, direkomendasikan pula percepatan katekanisasi, yakni penyamaan pemahaman dan arah gerak di seluruh lini. Katekanisasi ini menyasar pengurus poktan dan gapoktan, pelaku UMKM pangan, pendamping lapangan, hingga pemangku kebijakan di tingkat kecamatan.
Proses tersebut tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, praktik langsung, monitoring, dan evaluasi berkala, sehingga hasil pameran dan temu rakyat benar-benar menjadi agenda kerja berkelanjutan.
Penyederhanaan Administrasi Ditekankan ;
Sementara itu, Warsito, tokoh Sragen yang dikenal aktif dalam isu administrasi pertanian, menegaskan pentingnya penyederhanaan prosedur administratif bagi petani.
Menurutnya, administrasi tidak perlu dipersulit. Surat pengantar cukup berasal dari dinas terkait, dengan basis CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) sebagai rujukan utama. Pendekatan ini dinilai lebih efektif, efisien, dan berpihak pada petani, sehingga energi rakyat dapat difokuskan pada produksi dan penguatan ekonomi, bukan pada kerumitan birokrasi.
“Acara ini bukan sekadar pameran, tetapi cermin hasil kerja rakyat tani, yang harus ditindaklanjuti dengan penguatan organisasi, percepatan pemahaman bersama, dan transformasi kebijakan pangan yang berpihak pada rakyat,” demikian salah satu kalimat kunci yang mengemuka dalam persiapan kegiatan.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Rakyat Tani Merdeka Indonesia diharapkan menjadi model penguatan pangan daerah yang bertumpu pada kerja nyata rakyat dan dukungan negara secara konkret.(iTO)