Senin, 21 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

vritimes
Last updated: Jumat, 7 Agustus 2026 03:06 3:06:06 am
By vritimes
Share
4 Min Read
SHARE

Di era digital saat ini, cara orang mencari informasi mulai bergeser. Jika dulu pengguna mengetik kata kunci di mesin pencari dan memilih sendiri dari daftar link yang muncul, kini semakin banyak orang bertanya langsung ke asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude dan menerima satu jawaban yang sudah disaring.

Contents
Apa Itu AVO?Kenapa AVO Penting untuk Bisnis?Apa yang Membedakan AVO dari SEO?Bagaimana Cara Mengukurnya?Kesimpulan

Pergeseran ini memunculkan kebutuhan akan strategi baru yang disebut Authority and Visibility Optimization, atau AVO.

Apa Itu AVO?

AVO adalah disiplin untuk mengukur dan membangun otoritas serta visibilitas sebuah brand agar dikenali, dipercaya, dan direkomendasikan oleh sistem AI.

Berbeda dengan SEO yang berfokus pada peringkat di halaman hasil pencarian, AVO berfokus pada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah AI akan memilih brand ini sebagai jawaban, dari sekian banyak pilihan yang ada?

Konsep ini pertama kali dirumuskan secara formal melalui paper akademis berjudul “Authority and Visibility in the AI Search Era” yang dirilis awal 2026.

Kenapa AVO Penting untuk Bisnis?

1. Cara AI Memilih Brand Berbeda dari Cara Google

Suroto Wakil Bupati Sragen dan Ketua Satgas MBG Didesak Buka Suara soal Dugaan Pembangunan SPPG di Lahan LSD
Dirut RSUDMA Erliyati Terus Berbenah, Aplikasi Digital SATUSEHAT Jadi Prioritas
Diusir Saat Stroke, Diceraikan Saat Tak Berdaya — Kisah Pilu Istri Kades di Kedawung
Di Tengah Ketidakpastian Global, SawitPRO Hadir Mempermudah Petani Mendapatkan Pupuk Sawit dan Benih Unggul

Mengurutkan Website AI generatif tidak menampilkan daftar sepuluh link seperti mesin pencari konvensional. Ia langsung memberi satu rekomendasi. Artinya, brand yang tidak terpilih sebagai jawaban AI, praktis tidak terlihat sama sekali oleh pengguna yang bertanya lewat AI — tidak ada “halaman dua” untuk disembunyikan.

2. Otoritas Lama Belum Tentu Terbaca oleh AI

Metode pengukuran otoritas yang sudah ada, seperti Domain Authority atau backlink, dirancang untuk era mesin pencari berbasis daftar. AI generatif menilai brand dari sudut berbeda: apakah kontennya bisa dipahami sistem, apakah faktanya bisa dikutip, dan apakah ada validasi dari pihak eksternal seperti Wikidata atau media terpercaya.

3. Mendorong Konten yang Lebih Kredibel dan Terstruktur

Karena AI menilai kedalaman dan kejelasan konten, brand perlu menyajikan informasi yang lebih rapi, faktual, dan mudah diekstraksi sistem otomatis — bukan sekadar dipadati kata kunci.

4. Relevan untuk Pasar Multibahasa

Metodologi AVO dirancang mendukung pengukuran di berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga brand lokal juga dapat diukur kesiapannya untuk direkomendasikan AI, tidak hanya brand berbahasa Inggris.

Apa yang Membedakan AVO dari SEO?

SEO dan AVO sebenarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. SEO tetap menjadi fondasi teknis agar sebuah situs bisa diakses dan dibaca oleh mesin, termasuk oleh AI.

AVO melangkah lebih jauh dengan mengukur dua hal tambahan: kesiapan brand untuk dikutip AI (disebut Authority Score), dan apakah brand tersebut benar-benar muncul dalam jawaban AI (disebut Visibility Score).

Kedua ukuran ini kemudian dipakai bersama untuk mengetahui apakah persoalannya ada di kesiapan brand atau di eksekusi strategi.

Bagaimana Cara Mengukurnya?

Karena AVO masih tergolong disiplin baru, banyak perusahaan belum tahu di posisi mana brand mereka saat ini di mata AI.

Untuk menjawab kebutuhan ini, kini tersedia tool seperti AVO AI dari Avonetiq, yang mengukur Authority Score (kesiapan brand untuk dikutip AI) dan Visibility Score (seberapa sering brand benar-benar muncul di jawaban AI) di berbagai platform seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, lengkap dengan rekomendasi perbaikan yang bisa langsung ditindaklanjuti tim marketing.

Kesimpulan

AVO adalah pendekatan yang dirancang khusus menjawab tantangan baru: bagaimana sebuah brand bisa dikenali, dipercaya, dan akhirnya direkomendasikan oleh AI, bukan sekadar tampil di halaman pertama mesin pencari.

Seiring makin banyak orang mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi, kesiapan brand di dimensi ini berpotensi menjadi faktor penentu baru dalam persaingan digital.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL
Next Article Agus Warsito Gugat Panitia Pemilihan BPD Desa Klandungan, Persoalkan Penerapan Syarat Domisili
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?