Sabtu, 31 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPT. BERITA ISTANA NEGARATNI & POLRI

NETIZEN RAMAI PROTES! Rencana Hibah Rp4,7 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Jadi Polemik

Berita Istana
Last updated: Sabtu, 31 Oktober 2026 10:18 10:18:41 am
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

BLITAR, – Rencana pemberian hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar untuk pengembangan kawasan wisata religi Sabilu Taubah, majelis yang diasuh oleh pendakwah Gus Iqdam, menjadi perhatian dan memunculkan polemik dalam pembahasan anggaran daerah.

Usulan anggaran hibah yang semula mencapai Rp4,7 miliar dikabarkan mengalami pengurangan menjadi Rp2,3 miliar dalam proses pembahasan. Meski demikian, rencana alokasi tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan APBD Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2027.

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Blitar memberikan perhatian terhadap rencana tersebut. Mereka mengingatkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan aspek keadilan dan pemerataan dalam memberikan bantuan kepada lembaga keagamaan.

Pasalnya, masih banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Kabupaten Blitar yang membutuhkan dukungan anggaran untuk menunjang kegiatan pendidikan, pembangunan sarana prasarana, serta pelayanan kepada para santri.

Di sisi lain, pihak pemerintah daerah menyebut pengembangan kawasan Sabilu Taubah diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas. Selain mendukung aktivitas keagamaan, pembangunan kawasan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, besaran anggaran yang direncanakan tetap menjadi perhatian agar penggunaan uang rakyat benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara luas.

Dukungan Mengalir untuk Rumah Sakit Bhayangkara di Pati Jawa Tengah
Perayaan 18 Tahun Mall of Indonesia: Bigger Energy and Unforgettable Moments
Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
9 Medali, 3 Negara: Binusian Peraih Prestasi Emas, Jason Donovan Yusuf Harumkan Indonesia di Panggung Internasional

Perlu ditegaskan bahwa angka Rp2,3 miliar tersebut masih dalam tahap pembahasan APBD 2027. Dengan demikian, belum dapat disebut sebagai dana hibah yang sudah disetujui secara final maupun dicairkan kepada penerima.

https://beritaistana.co.id/wp-content/uploads/2026/10/VID-20261031-WA0014.mp4

Proses pembahasan anggaran masih harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, mekanisme pemberian hibah, kelengkapan administrasi, serta pertimbangan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa setiap rupiah yang bersumber dari APBD merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan religi tentu dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah. Namun, pemerataan bantuan kepada pondok pesantren dan lembaga keagamaan lainnya juga perlu mendapatkan perhatian yang seimbang.

Jangan sampai satu program mendapatkan perhatian anggaran yang besar, sementara lembaga pendidikan keagamaan lain yang juga membutuhkan dukungan justru terabaikan.

Pada akhirnya, kepentingan masyarakat luas harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan penggunaan anggaran daerah.

Polemik rencana hibah untuk pengembangan Kampung Religi Sabilu Taubah juga mendapat perhatian dari sejumlah warganet. Salah satunya, seorang perempuan yang disebut sebagai pekerja migran Indonesia (PMI), turut menyampaikan kritik terhadap rencana penggunaan anggaran tersebut.

Dalam komentarnya, ia mempertanyakan mengapa pembangunan kawasan religi harus menggunakan uang rakyat apabila pengembangan tersebut bisa dilakukan melalui dana pribadi atau sumbangan sukarela dari para jamaah dan pihak yang mendukung.

Bahkan, dalam pernyataannya, ia menyampaikan sikap pribadi dengan menyebut tidak akan mengizinkan ibunya mengikuti pengajian di tempat Gus Iqdam. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari perdebatan di media sosial.

Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beragam pandangan terkait rencana hibah tersebut. Namun, substansi yang menjadi perhatian publik adalah transparansi penggunaan APBD, skala prioritas pembangunan, serta pemerataan bantuan bagi seluruh lembaga keagamaan.

MATA JATENG – Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.

Sumber informasi: SuaraJatim, Berita Blitar, dan Ketik.com.

TAGGED:BERITA ISTANA BLITARBERITA ISTANA JATIM
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article PT Best Green Kembangkan Pasar Senen Blok VI, Groundbreaking Segera
Next Article Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia
Berita Istana
Harga Emas Hari Ini Dipengaruhi The Fed, Dupoin Futures Waspadai Arah Dolar AS
Berita Istana
Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla
Berita Istana
PT Best Green Kembangkan Pasar Senen Blok VI, Groundbreaking Segera
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?