Sabtu, 7 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPT. BERITA ISTANA NEGARATNI & POLRI

Jokowi Difitnah, Semakin Dicintai Rakyat Indonesia

Berita Istana
Last updated: Sabtu, 7 November 2026 16:00 4:00:48 pm
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

SRAGEN – Dinamika politik nasional kembali menjadi perhatian publik menyusul kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Perkara tersebut menyeret Roy Suryo dan Tifauzi Yasuy sebagai terdakwa.

Persidangan tersebut kembali memunculkan berbagai reaksi, baik dari pihak yang mendukung maupun yang mengkritik Jokowi. Bahkan, usai persidangan, Dokter Tifa sempat menyuarakan penolakan terhadap keterangan yang disampaikan Jokowi di hadapan majelis hakim.

Menanggapi dinamika tersebut, Warsito menyampaikan pandangannya bahwa berbagai serangan, tudingan, hingga upaya membangun opini negatif terhadap keluarga Presiden ke-7 RI justru belum tentu mampu menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi.

Warsito menegaskan, berbagai macam cara yang dilakukan untuk menyerang, memfitnah, maupun membangun persepsi negatif terhadap Jokowi dan keluarganya tidak serta-merta membuat masyarakat meninggalkan sosok mantan Presiden tersebut.

“Semakin banyak serangan dan berbagai upaya untuk menjatuhkan nama baik Jokowi, belum tentu membuat rakyat berpaling. Justru, di tengah polemik yang terus berkembang, masih banyak masyarakat yang menunjukkan dukungan dan kecintaannya kepada beliau,” tegas Warsito.

Menurutnya, polemik ijazah yang selama ini menjadi perdebatan publik seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan pembuktian berdasarkan fakta, bukan melalui penghakiman opini, fitnah, maupun provokasi di ruang publik.

BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan
PT Pancamanah Utama Diduga Bodong, Korban Minta Pengembalian Uang Rp25 Juta Segera!
Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting
Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

Warsito juga mengingatkan bahwa dalam negara demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan kritik. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan bukti, serta tetap menghormati hukum dan asas praduga tak bersalah.

“Kalau memang ada persoalan, buktikan melalui proses hukum. Jangan sampai perbedaan pandangan politik berubah menjadi ajang saling menghina dan menyerang pribadi maupun keluarga. Rakyat membutuhkan keteladanan, bukan kegaduhan yang tidak berkesudahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Warsito menilai bahwa dukungan masyarakat terhadap Jokowi tidak bisa hanya diukur dari ramai atau tidaknya perdebatan di media sosial. Penilaian terhadap seorang pemimpin harus dilihat secara menyeluruh, termasuk kebijakan, pembangunan, pengalaman kepemimpinan, serta dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Ia menyebut, bagi sebagian masyarakat, Jokowi masih dipandang sebagai salah satu presiden yang memiliki tempat tersendiri di hati rakyat Indonesia. Penilaian tersebut merupakan bagian dari pandangan dan pengalaman politik masyarakat yang tentu tidak selalu sama.

“Jangan salah membaca keadaan. Tidak semua rakyat mudah dipengaruhi oleh isu dan polemik. Ada masyarakat yang tetap mendukung Jokowi karena memiliki penilaian sendiri terhadap kepemimpinannya. Semakin keras serangan politik, belum tentu semakin kecil dukungannya,” tambah Warsito.

Warsito berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum serta majelis hakim untuk bekerja secara profesional dan objektif.

Menurutnya, kebenaran tidak ditentukan oleh kerasnya suara seseorang, banyaknya unggahan di media sosial, ataupun besarnya tekanan opini publik. Kebenaran harus diuji melalui fakta, bukti, dan proses hukum yang adil.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu politik yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Jokowi boleh dikritik, boleh tidak disukai, bahkan boleh berbeda pandangan politik. Namun, jangan menjadikan kebencian sebagai dasar untuk menyebarkan fitnah. Pada akhirnya, sejarah dan rakyat akan memberikan penilaian masing-masing terhadap setiap pemimpin,” pungkas Warsito.

TAGGED:#JOKOWISITUKANGKAYUBERITA ISTANA JAKARTA
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Bikin Konten Fashion Makin Standout Tanpa Ribet dengan Kamera dan Galaxy AI di Galaxy S26 FE
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Bikin Konten Fashion Makin Standout Tanpa Ribet dengan Kamera dan Galaxy AI di Galaxy S26 FE
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
Kisah Sukses Suli Supian, Kembangkan Warung Nasi Padang dengan Dukungan KUR BRI
Berita Istana
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Koordinator SMSI Solo Raya Soroti Pil Koplo di Sragen, Jangan Sampai Penangkapan Dijadikan ATM Oknum Polres Ngawi
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?