Awas!  Sering Terjadi Penipuan aplikasi AGODA di Lobi Homestay Jowo Segoro Pantai Drini

Berita Istana
2 Min Read

Gunungkidul – Dugaan penipuan terhadap wisatawan kembali mencuat di kawasan wisata Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kali ini menimpa pengunjung yang memesan kamar Homestay Jowo Segoro melalui aplikasi AGODA, namun setibanya di lokasi justru ditolak oleh pihak penginapan.

Peristiwa tersebut dialami pengunjung yang telah melakukan pemesanan kamar melalui aplikasi AGODA dengan ID pemesanan 1966242509. Namun saat tiba di Homestay Jowo Segoro, penjaga penginapan bernama Siswanto menyampaikan bahwa pihak homestay tidak menerima pemesanan melalui aplikasi online.

“Penginapan ini tidak menerima tamu yang pesan lewat aplikasi,” ujar Siswanto kepada Warsito, Direktur Utama PT Berita Istana Negara, saat dikonfirmasi di lokasi.

Lebih lanjut, Siswanto mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah sering dialami oleh pengunjung lain. Ia mengaku kerap menghadapi tamu yang datang dengan bukti pemesanan online, namun tidak tercatat dalam sistem penginapan.

Pembayaran kamar diketahui telah dilakukan oleh Parman Syaqila pada 25 Desember 2025 melalui aplikasi AGODA. Namun ironisnya, pihak pemilik homestay tidak mengakui adanya transaksi tersebut.

Saat Siswanto menghubungi Ana, selaku pemilik Homestay Jowo Segoro, melalui sambungan seluler, Ana juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyediakan layanan pemesanan kamar melalui aplikasi online.

“Kami tidak menyediakan pemesanan lewat aplikasi apa pun,” kata Ana singkat saat dihubungi.

READ  Petani Gilirejo Baru Keluhkan Syarat Beli Pupuk Subsidi Harus Disertai Pembelian Pupuk Gandulan

Menanggapi kejadian tersebut, Warsito, Direktur Utama PT Berita Istana Negara, mengecam keras peristiwa yang menurutnya sudah berulang kali terjadi dan merugikan wisatawan.

“Kejadian ini patut diduga sebagai penipuan yang terstruktur. Ada indikasi praktik mafia penginapan online yang sengaja dibiarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Warsito.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan secara serius.

“Kami ini datang jauh-jauh dari Sragen untuk berwisata, tapi justru menjadi korban penipuan. Kami minta pihak berwajib bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terus berulang dan merusak citra pariwisata,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak aplikasi AGODA terkait dugaan pemesanan fiktif yang dialami pengunjung tersebut.(iTO)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *