Dugaan Korupsi Susu di Boyolali Capai Puluhan Miliar, Aroma Kecurangan Tim Mata Jateng

Berita Istana
3 Min Read

Boyolali – Gelombang dugaan korupsi susu jumbo di Boyolali mulai menggelegar. Tim Berita Istana menerima serangkaian data dan dokumen yang mengarah pada praktik penyelewengan bernilai puluhan miliar rupiah, diduga berlangsung lebih dari dua dekade. Kasus ini menyeret dua nama berinisial S dan D, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga, dan kini menjadi perbincangan panas, bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di jagat maya.

Informasi yang dihimpun redaksi mengungkap adanya dugaan praktik pengoplosan susu murni dengan air, yang kemudian dipasarkan sebagai susu layak konsumsi. Modus ini diduga berlangsung sistematis dan berkelanjutan, dengan alur distribusi ke sejumlah perusahaan besar. Jejak pengiriman tersebut telah dikantongi tim investigasi Mata Jateng, memperkuat dugaan bahwa praktik ini bukan sekadar pelanggaran kualitas, melainkan berpotensi kejahatan ekonomi terorganisir.

Redaksi menegaskan, meski data dan bukti telah lengkap, sebagian detail belum dipublikasikan demi kepentingan verifikasi lanjutan dan asas praduga tak bersalah. Namun, seluruh bahan pendukung telah tersimpan rapi di meja redaksi dan siap dibuka sesuai kebutuhan penegakan hukum.

Upaya konfirmasi telah dilakukan. D, salah satu pihak yang disebut, dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh Tim Berita Istana. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban atau klarifikasi yang diberikan.

Di tingkat akar rumput, warga kec Musuk dan Kec Tamansari menyatakan siap melaporkan dugaan korupsi susu ini karena dinilai merugikan peternak, konsumen, dan mencederai kepercayaan publik. Tekanan publik kian menguat seiring komitmen Tim Mata Jateng untuk terus membongkar kasus ini sampai tuntas.

Sorotan semakin tajam ketika dugaan ini dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi pasokan susu nasional yang disebut masih kurang.

Situasi ini memantik kritik keras dari Warsito, tokoh Jawa Tengah yang dikenal vokal dan kritis. Ia menegaskan akan mendorong pengungkapan total dugaan praktik yang menyeret S dan D tersebut.

READ  SD Negeri 1 Ampel Boyolali Disorot: Dugaan Pelecehan Seksual Siswi Kelas I dan Pungli Puluhan Juta

Jika terbukti, kasus ini bukan hanya soal korupsi, melainkan juga pengkhianatan terhadap hak konsumen dan masa depan gizi anak bangsa. Tim Berita Istana dan Mata Jateng memastikan, pengusutan tidak akan berhenti, hingga terang-benderang siapa diuntungkan dan siapa harus bertanggung jawab di hadapan hukum.(iTO)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *