Gubernur Akmil Beri Pembekalan Geopolitik kepada Peserta Retreat SIG

Berita Istana
2 Min Read

Magelang, 14 Januari 2026 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pembekalan geopolitik dan geostrategi kepada peserta Retreat SIG (Semen Indonesia Group) yang digelar di Ruang Soedirman, Glamping Akademi Militer, Magelang, Rabu (14/1).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan wawasan strategis bagi para calon pemimpin dan pengambil keputusan di lingkungan korporasi nasional, khususnya dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

Dalam ceramahnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan pentingnya pemahaman geopolitik sebagai fondasi berpikir strategis, tidak hanya bagi kalangan militer, tetapi juga bagi pemimpin di sektor industri dan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa perubahan tatanan dunia, konflik kawasan, serta persaingan kekuatan global memiliki dampak langsung terhadap stabilitas dan keberlanjutan dunia usaha.

Gubernur Akmil mengibaratkan proses pembentukan kepemimpinan seperti kisah Gatotkaca yang ditempa di Kawah Candradimuka. Analogi tersebut menggambarkan proses penempaan karakter, ketangguhan mental, serta penguatan visi kebangsaan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin.

“Di tengah pusaran geopolitik dunia, hanya pemimpin yang berkarakter kuat, berpikir strategis, dan berwawasan kebangsaan yang mampu bertahan serta membawa institusinya, bahkan bangsanya, maju,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pertahanan dan militer, namun juga erat hubungannya dengan ekonomi, industri, sumber daya alam, dan kepentingan nasional. Ia menyoroti posisi strategis Indonesia yang berada di persimpangan dua benua dan dua samudra, yang sekaligus menjadi peluang dan tantangan dalam percaturan global.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya sinergi kuat antara negara, dunia usaha, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedaulatan, stabilitas nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

READ  Kabar Tak Sedap di Desa Kedawung Mondokan, Ini Penjelasan Kepala Desa

Melalui pembekalan ini, Gubernur Akmil berharap para peserta Retreat SIG mampu memiliki perspektif strategis yang lebih luas dalam memandang peran industri nasional, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekuatan nasional.

“Tidak ada kawan atau lawan yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan nasional yang harus kita jaga dan perjuangkan bersama,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *