SEMARANG – Dunia hiburan di kawasan Bandungan mendadak geger setelah muncul dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan seorang oknum anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bernama Nur Rofik.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah tempat karaoke berinisial SA pada Jumat dini hari (10/4/2026). 🚨
Menurut keterangan korban berinisial RK, insiden pemukulan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB hingga kurang lebih pukul 06.00 WIB. RK menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan oknum anggota DPRD yang berasal dari Temanggung.
RK mengaku telah menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum atas kejadian tersebut. Ia juga memastikan bahwa laporan resmi akan segera dilayangkan ke Polres Semarang agar kasus ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. ⚖️
“Saat ini kami sudah melakukan visum dan akan segera melaporkan kejadian ini ke Polres Semarang,” ujar RK saat dihubungi awak media Berita Istana pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 22.35 WIB. Saat memberikan keterangan, RK didampingi oleh Muhammad Hasan Hasani.
Sementara itu, Muhammad Hasan Hasani menegaskan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada korban hingga proses hukum berjalan transparan dan tuntas. Ia menyayangkan jika dugaan tersebut benar melibatkan seorang wakil rakyat.
“Terlebih jika yang diduga terlibat adalah oknum anggota DPRD yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Kami akan mengawal kasus ini agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Hasan. 📰
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat Bandungan dan sekitarnya.
Warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan objektif dalam menangani perkara tersebut, tanpa pandang bulu terhadap status maupun jabatan pihak yang terlibat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terduga yakni Nur Rofik yang disebut sebagai oknum anggota DPRD Fraksi Partai Persatuan Pembangunan asal Temanggung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut. Awak media juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainnya, termasuk pengelola tempat karaoke SA di kawasan Bandungan serta jajaran Polres Semarang guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.
Redaksi akan terus mengembangkan berita ini setelah mendapatkan klarifikasi dari seluruh pihak yang berkepentingan agar publik memperoleh gambaran peristiwa secara utuh, objektif, dan proporsional. 📰⚖️(iTO)