Minggu, 27 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Berita Istana
Last updated: Rabu, 6 Mei 2026 13:39 1:39:06 pm
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

Di banyak desa pesisir, penghidupan warga sangat bergantung pada musim dan cuaca. Ketika laut tenang, rezeki mengalir. Ketika ombak tinggi, pemasukan bisa berhenti. Dari isu tersebut, lahir kebutuhan untuk membangun usaha alternatif yang tetap berpijak pada potensi desa, agar ekonomi keluarga tidak hanya bertumpu pada satu sumber.

Tepatnya di Desa Sawang Laut, Pulau Kundur, Kepulauan Riau, lahan pesisir yang dulu terbengkalai kini mulai hidup kembali. Kelompok warga “Tuah Bersatu” perlahan membangun sumber penghasilan baru, dari budidaya ikan kakap putih hingga usaha turunan yang dikelola bertahap.

Ketua Kelompok Tuah Bersatu, Amran (46), bercerita bahwa inisiatif ini berangkat dari kegelisahan warga yang selama ini hanya bergantung pada hasil tangkapan laut. “Dulu kami ini nelayan, habis melaut ya sudah, istirahat. Tidak ada kegiatan lain. Dari situ kami berpikir bagaimana ada tambahan penghasilan,” ungkap Amran.

Berbekal lahan kosong di pesisir, kelompok ini mulai merintis budidaya kakap putih pada 2022 dan mulai berjalan aktif sejak 2023. Seiring waktu, usaha berkembang bertahap sesuai kesiapan kelompok—mulai dari hidroponik, produksi terasi, peternakan ayam petelur, hingga persiapan bank sampah.

“Awalnya kakap, lalu berkembang ke hidroponik dan terasi. Sekarang sudah masuk ayam petelur dan bank sampah. Semua bertahap,” kata Amran.

Dari sisi ekonomi, dampaknya mulai terasa. Dari unit peternakan ayam saja, kelompok mampu memasarkan sekitar 100 ekor ayam per bulan dengan omzet sekitar Rp10–12 juta. Sementara unit hidroponik yang dikelola kaum ibu setempat menjadi tumpuan baru melalui penjualan sayuran segar seperti pakcoy, selada, dan sawi manis.

45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026
AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI
Ada Oknum Kuat di Balik Tambang Galian C Kesemen, Mojokerto yang Tetap Beroperasi Tanpa Izin
Ayo Ikuti Lomba Menulis Tingkat Nasional Bertema: “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia

“Memang belum besar, tapi sangat membantu ekonomi keluarga,” ucap Amran.

Menurut Amran, manfaat yang paling fundamental adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Warga yang dulunya hanya memiliki keterampilan melaut, kini mulai menguasai teknik budidaya hingga manajemen usaha.

“Kami jadi banyak belajar, kenal dengan Kepala Dinas, dapat ilmu dari ahli. Itu yang paling terasa,” jelasnya.

Dalam perjalanan pengembangan, kelompok Tuah Bersatu mendapat pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah Tbk Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mulai dari pembukaan lahan hingga penguatan teknis dan pengembangan usaha secara bertahap.

Amran berharap pendampingan dapat terus berlanjut, khususnya dalam pengembangan pakan mandiri untuk budidaya ikan agar biaya operasional bisa ditekan. “Harapan kami program ini terus dikembangkan. Kami ingin lebih mandiri dan bisa membantu masyarakat lebih luas lagi,” harapnya.

Bagi warga Sawang Laut, perubahan ini bukan sekadar bantuan, melainkan proses belajar yang membuat mereka lebih percaya diri membangun usaha bersama. Di titik inilah Amran melihat pendampingan bukan hanya soal modal dan alat, tetapi juga ruang untuk tumbuh—dari nelayan yang selama ini bergantung pada hasil laut, menjadi kelompok yang mulai berani merancang masa depan ekonominya sendiri.

Program ini dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL, dan diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi desa, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu komoditas, tetapi berkembang menjadi ragam sumber penghasilan yang lebih tahan uji.

Inisiatif yang menyentuh aspek sosial dan lingkungan ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan Grup. Atas konsistensi pengelolaan lingkungan dan dampak sosial yang dibangun di sekitar wilayah operasi, PT Timah Tbk meraih penghargaan PROPER Emas dan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Duluin Raih Startup Terbaik ASEAN, Siap Ekspansi Regional
Next Article Solusi Drone untuk Survey Koridor hingga Inspeksi Jaringan Transmisi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
SMSI Jateng Gelar Konsolidasi Karesidenan Semarang, Jayanto Tekankan Kekompakan dan Profesionalisme
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Jiyanto Serukan Pengurus KSB SMSI Solo Raya harus Tetap Solid dan Hadir pada Pelantikan di Hotel Amantis Demak
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Peringati Hari Tani Nasional, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Petani Hutan
Warsito Pastikan Seluruh Pengurus SMSI Solo Raya Hadir pada Pelantikan 5 Oktober di Demak
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?