Minggu, 27 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaTNI & POLRI

Dugaan Korupsi Jumbo di Desa Nogosari, Pandaan, Pasuruan: Proyek dan Anggaran Ganda Bikin Geger Warga

Berita Istana
Last updated: Kamis, 30 Oktober 2025 17:43 5:43:19 pm
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

PASURUAN | BERITA ISTANA – Dugaan kasus korupsi jumbo di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan tajam publik. Kabar yang menghebohkan ini terkuak setelah tim investigasi Berita Istana bersama rekan dari LSM menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana desa, dana aspirasi, hingga bantuan provinsi yang diduga tidak jelas peruntukannya.(Kamis 30 Oktober 2025).

Dari hasil penelusuran, ditemukan berbagai proyek yang dinilai bermasalah, mulai dari Smart Greenhouse penanaman melon, program keadaan mendesak, hingga penyertaan modal untuk pengembangan usaha mikro kecil dengan nilai mencapai Rp127.089.500.
Ironisnya, pada tahun anggaran 2024, tercatat pula pos “keadaan mendesak” senilai Rp327.600.000, padahal menurut warga, tidak ada peristiwa darurat apa pun yang terjadi di desa tersebut. Warga menduga program itu hanyalah akal-akalan oknum kepala desa untuk menguras dana desa melalui penganggaran berulang.

Tak berhenti di situ, proyek pembangunan drainase senilai Rp143.199.910 juga disinyalir mengalami mark up besar-besaran. Sejumlah warga bahkan menuding pelaksanaan proyek tersebut hanya dijadikan kedok untuk memperkaya diri.

“Kami melihat banyak proyek fiktif dan anggaran yang tidak transparan. Seperti kegiatan alat produksi dan pengelolaan peternakan sebesar Rp194.947.850 juga tidak jelas realisasinya,” ungkap salah satu warga Nogosari dengan nada geram.

Warga lainnya turut meminta agar pengelolaan seluruh dana yang masuk ke desa dilakukan secara terbuka dan transparan, karena dana tersebut sejatinya adalah milik masyarakat.

Program ketahanan pangan berupa pembangunan greenhouse untuk budidaya melon sederhana itu dibangun di dua lokasi berdekatan dengan luas sekitar 600 meter persegi, menggunakan anggaran DD tahun 2024–2025. Namun warga menilai kurangnya transparansi dan pengabaian terhadap sistem keuangan desa (Siskeudes) menjadi indikasi lemahnya pengawasan dan potensi penyimpangan.

Resmi Pamit, Letkol Inf Yoyok Wahyudi Bangga Pernah Bertugas di Sumenep
Kami Hadir Sepenuh Hati Melayani di Hari Yang Fitri, KAI Daop 2 Bandung Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Proses Hukum SH Terate Masih Berjalan, PSHT Ingatkan Risiko Hukum Pernyataan di Ruang Publik
Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

“Kami minta semua dana desa, bantuan provinsi, sampai dana aspirasi disampaikan secara terbuka kepada warga. Jangan disembunyikan,” tambah warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nogosari, Sunariyah, saat dikonfirmasi tim Berita Istana melalui pesan WhatsApp, tidak memberikan jawaban sama sekali. Pesan konfirmasi hanya terbaca dengan tanda centang dua berwarna biru. Sikap bungkam tersebut kian memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan sang kades dalam praktik korupsi jumbo yang mencoreng nama desanya.

Sementara itu, Guntur Adi Pradana, S.H., M.H., C.Me, menegaskan bahwa dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa bukan lagi hal sepele. Ia menilai, ada indikasi kuat permainan yang dilakukan oleh sejumlah kepala desa, yang menurutnya hanya “akal-akalan” untuk mengelabui proses pemeriksaan administrasi.

“Banyak entri data yang duplikat atau berulang — seperti beberapa item bertajuk ‘Keadaan Mendesak’ atau ‘Penyelenggaraan Posyandu’. Ini perlu dicek, apakah memang ada kegiatan terpisah atau hanya pencatatan ganda,” tegas Guntur.

Lebih lanjut, Guntur mengungkapkan adanya item besar yang tidak dilengkapi rincian teknis. Misalnya, kegiatan “Pembangunan Drainase” hanya tercantum nilai total tanpa RAB, volume, atau panjang pekerjaan yang jelas.

“Selain itu, angka-angka yang terlalu bulat dan rapi — seperti Rp131.000.000 atau Rp3.000.000 — memang bisa saja wajar, tapi tetap harus dilengkapi dengan faktur, nota pembelian, dan kontrak kerja,” ujarnya.

Guntur juga menyoroti banyaknya item operasional kecil yang jika dijumlahkan mencapai nilai besar. Ia menduga hal tersebut rawan dijadikan celah untuk honor fiktif atau kwitansi palsu.

“Tidak ada kejelasan siapa penerima atau vendor dalam ringkasan laporan. Siapa pelaksana, berapa nilai kontraknya, dan apakah ada proses tender atau penunjukan langsung — semua itu harus dibuka secara transparan,” imbuhnya.

Guntur menambahkan, pihaknya kini sedang merangkum data dari beberapa desa di Kecamatan yang sudah masuk dalam pemberitaan media. Langkah selanjutnya, kata dia, akan dilaporkan secara resmi ke Polda Jatim, lantaran penyelesaian di tingkat Polres dinilai tidak lagi efektif.

“Kalau hanya dilaporkan di Polres, kami khawatir tidak ada tindak lanjut. Karena itu, kami akan bawa kasus ini ke Polda Jatim,” tegas Guntur menutup pernyataannya.

Kini, berbagai proyek dan anggaran di Desa Nogosari tengah menjadi buah bibir masyarakat. Tim Berita Istana masih berupaya menghubungi pihak kecamatan dan instansi terkait untuk mendapatkan konfirmasi lanjutan demi keseimbangan pemberitaan.(Tim: Red)

TAGGED:BERITA ISTANA JATIM
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Dugaan Korupsi Jumbo di Desa Karangklesem, Pekuncen, Kabupaten Banyumas Terbongkar
Next Article Dirut PT BiN Ucapkan Selamat HUT Laskar Merah Putih ke-25, Doakan LMP Semakin Jaya
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
SMSI Jateng Gelar Konsolidasi Karesidenan Semarang, Jayanto Tekankan Kekompakan dan Profesionalisme
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Jiyanto Serukan Pengurus KSB SMSI Solo Raya harus Tetap Solid dan Hadir pada Pelantikan di Hotel Amantis Demak
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Peringati Hari Tani Nasional, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Petani Hutan
Warsito Pastikan Seluruh Pengurus SMSI Solo Raya Hadir pada Pelantikan 5 Oktober di Demak
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?