Minggu, 1 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US

Ekosistem Baterai Karawang, Multiplier effect bagi Ekonomi Nasional

Berita Istana
Last updated: Sabtu, 17 Januari 2026 17:02 5:02:32 pm
By Berita Istana
Share
3 Min Read
SHARE

Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang dinilai efektif dorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Indonesia tidak akan lagi bergantung pada ekspor bahan baku mineral mentah, dan beralih pada produksi baterai yang menjadi inti bagi banyak produk berteknologi tinggi khususnya kendaraan listrik.

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development UI (RESSED UI) Ali Ahmudi menyampaikan pemerintah telah berhasil menerapkan pelarangan ekspor komoditas mineral mentah khususnya nikel, dan hal ini menjadi awal bagi penguatan industri di dalam negeri.

Saat ini, semakin banyak proyek Hilirisasi nikel menjadi cell battery termasuk di Karawang, dan akan menjadi motor bagi peningkatan nilai tambah belasan kali lipat dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah.

“Efeknya sangat besar. Ada peningkatan pendapatan negara melalui PPN, terciptanya lapangan kerja dari proses pabrikasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi ini harus ada kelanjutannya agar dampak penggandanya (multiplier effect) nyata bagi ekonomi nasional,” sebutnya.

Ali menekankan bahwa langkah menuju industrialisasi memang memerlukan ketegasan regulasi, karena Indonesia tidak boleh terjebak hanya sekadar menjadi negara perakit.

SMSI Jawa Tengah Matangkan Pelantikan Pengurus dan Pembentukan Kepengurusan di 35 Kabupaten/Kota
Solid! Serikat Pekerja PAM JAYA Perkuat Sinergi, Dukung Target Air Perpipaan untuk Seluruh Jakarta
Sosok Warsito Asal Sragen, Dikenal Membongkar Kasus Besar di Jawa Tengah Sejak 2016
ELBEHA Barometer: Abaikan Narasi Oknum yang Diduga Sakit Hati, PWI Kabupaten Semarang Harus Tetap Kompak dan Jaga Marwah

“Tidak boleh tergantung kepada produk luar terus-menerus. Kalaupun ada teknologi luar, mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi. Memang akan ada kontraksi bisnis atau ekses jangka pendek, tapi dalam jangka panjang ini keharusan,” jelasnya.

Bahkan, Ali berpendapat Indonesia akan mampu memiliki produk kendaraan EV yang sangat terjangkau bagi masyarakat di masa depan.

Nilai sebuah baterai dapat mencapai 35-40% dari total biaya produksi EV, dan optimistis kehadiran pabrik baterai domestik akan mengoreksi harga kendaraan listrik secara signifikan ke arah yang lebih terjangkau.

“Dalam kondisi normal, adanya pembangunan pabrik baterai di Indonesia akan menekan harga jual EV secara umum. Jika komponen utamanya harganya bisa ditekan, harga unitnya pasti turun,” tambahnya.

Adapun negara melalui MIND ID terus konsisten mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) telah bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), guna menjadi ujung tombak dalam pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.

CATIB saat ini tengah membangunan Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack yang direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Bittime Perkuat Ekosistem Investasi Aset Kripto yang Ramah Pemula dan Hadirkan Peluang Lighter ($LIT) Melalui Launchpool
Next Article Bantu Teman Bersama Sakola Kembara Berkomitmen Membantu Siswa Lewat Beasiswa Pendidikan
Terbaru
Polisi Tangkap Dua Pelaku Penimbun BBM Bersubsidi di Sragen
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX
GUS IQDAM MURKA! “Rp500 Ribu Saya Bayar, Kamu Jangan Jualan Es Teh Sampai Kiamat!”
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Benarkah Oknum Kejaksaan dan Pengacara Diduga Mendapat Jatah Proyek Rehab Sekolah di Sragen?
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?