SOLO – Nama pendakwah muda Gus Iqdam pernah menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya menegur seorang penjual es teh saat pengajian berlangsung viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Gus Iqdam terlihat menunjukkan ekspresi kesal karena seorang penjual es teh terus-menerus menawarkan dagangannya ketika acara pengajian sedang berlangsung. Situasi itu membuat suasana menjadi perhatian para jamaah yang hadir.
Gus Iqdam kemudian menyampaikan teguran dengan nada tinggi kepada pedagang tersebut. Ia bahkan menyatakan akan membeli dagangannya senilai Rp500 ribu dan meminta penjual itu tidak perlu berjualan lagi.
Peristiwa tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian publik menilai teguran itu sebagai bentuk kekesalan karena aktivitas berjualan dinilai mengganggu jalannya pengajian. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan cara penyampaian teguran tersebut kepada seorang pedagang kecil yang sedang mencari nafkah.
Pengajian di Pura Mangkunegaran Solo Diserbu Pedagang Es Teh
Sorotan terhadap fenomena penjual es teh juga kembali terlihat saat pengajian akbar Gus Iqdam digelar di kawasan Pura Mangkunegaran, Solo, pada 8 Desember 2024.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan penjual es teh dan pedagang lainnya terlihat mengerumuni lokasi pengajian. Mereka berharap dagangannya mendapatkan perhatian dan diborong oleh jamaah maupun pihak penyelenggara.
Gus Iqdam pun sempat terlihat kaget dengan banyaknya pedagang yang datang. Fenomena tersebut tidak lepas dari ramainya perbincangan publik mengenai kasus Gus Miftah yang sebelumnya menuai kontroversi setelah mengolok-olok seorang penjual es teh.
Pedagang Kecil Ikut Menjadi Perhatian Publik
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan penjual es teh bisa berkembang menjadi perbincangan nasional, terutama ketika melibatkan tokoh agama dan kegiatan pengajian besar.
Di satu sisi, kegiatan pengajian perlu dijaga agar berlangsung tertib dan khusyuk. Namun, di sisi lain, pedagang kecil juga perlu mendapatkan penghormatan karena mereka berusaha mencari rezeki secara halal.
Peristiwa yang melibatkan Gus Iqdam tersebut menjadi pengingat bahwa komunikasi antara tokoh publik, jamaah, dan pedagang sebaiknya tetap mengedepankan sikap saling menghormati.
Catatan: Peristiwa teguran penjual es teh dan pengajian di Pura Mangkunegaran merupakan kejadian pada Desember 2024, bukan peristiwa baru pada November 2026.
Sumber: Suara.com, 21 Desember 2024.

