GROBOGAN – Pemandangan memprihatinkan terlihat di halaman Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Bendera Merah Putih yang berkibar di depan kantor desa tampak sobek dan lusuh. Kondisi ini sontak memicu keprihatinan masyarakat, terlebih mengingat bendera adalah simbol kehormatan dan kedaulatan negara yang seharusnya dijaga dengan layak.
Sebagai bentuk kepedulian, Suwarno, seorang wartawan media lokal, akhirnya mengganti bendera tersebut dengan yang baru. Aksi spontan ini mendapat perhatian dari warga sekitar yang kebetulan melintas di depan kantor desa.
Menurut keterangan Suwarno, saat dirinya datang ke kantor desa untuk melakukan konfirmasi dan wawancara, Kepala Desa Ngraji tidak berada di tempat. “Yang ada hanya beberapa perangkat desa. Tapi saya lihat mereka seperti menyepelekan kondisi bendera itu. Padahal itu simbol negara,” ujarnya.
Suwarno menambahkan, kedatangannya ke kantor desa sebenarnya bukan hanya untuk menegur soal bendera, tetapi juga untuk melakukan wawancara terkait gedung olahraga yang diduga dijadikan lokasi kegiatan MBG. Namun, ia mengaku mendapat tanggapan yang kurang bersahabat dari para perangkat desa.
“Semua perangkat bilang tidak bisa menjawab. Katanya sudah ada pesan dari Kepala Desa supaya tidak memberikan keterangan apa pun kepada wartawan,” ungkap Suwarno.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik terkait kepedulian dan tanggung jawab aparatur desa dalam menjaga simbol negara serta keterbukaan informasi publik. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ngraji belum dapat dimintai keterangan terkait sikap abai terhadap bendera negara dan larangan berbicara yang disampaikan kepada perangkat desanya.
Berbagai tokoh masyarakat di Jawa Tengah menilai langkah Suwarno layak dijadikan teladan, terutama di tengah menurunnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap lambang negara.
“Perjuangan menjaga kehormatan Merah Putih bukan hanya di medan perang, tetapi juga dalam tindakan sederhana seperti ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, Warsito, selaku Direktur Utama PT Berita Istana Negara, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Suwarno.
Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan tanggung jawab moral seorang jurnalis terhadap bangsa dan negaranya.
“Kami bangga atas inisiatif Suwarno. Ia tidak hanya meliput berita, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap simbol kehormatan bangsa,” ujar Warsito.
Aksi penggantian bendera yang dilakukan Suwarno bermula saat dirinya hendak melakukan wawancara terkait pembangunan gedung olahraga di kantor desa. Namun, saat tiba di lokasi, ia mendapati bendera Merah Putih yang terpasang sudah dalam kondisi sobek dan tidak layak. Tanpa berpikir panjang, Suwarno segera menggantinya dengan bendera baru yang dibawanya sendiri.
Langkah sederhana namun bermakna ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan dunia jurnalisme daerah. Banyak pihak berharap semangat nasionalisme seperti yang ditunjukkan Suwarno dapat menginspirasi masyarakat luas.
(iTO)