Selasa, 15 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerah

Asep Kuncir: Kendang, Kesunyian, dan Jalan Panjang Seorang Ayah

Berita Istana
Last updated: Selasa, 5 Agustus 2025 10:14 10:14:53 am
By Berita Istana
Share
3 Min Read
SHARE

Sragen – Di balik dentuman kendang yang meriah dan sorak sorai penonton, tersimpan kisah sunyi seorang seniman jalanan yang melanglang buana demi nada, demi nafkah, dan demi anak yang dicintainya.

Namanya Asep Kuncir, pria kelahiran Mojodoyong, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah. Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, tangan kecilnya sudah lihai menabuh kendang. Tak pernah ada guru, tak pernah ada pelatih—hanya suara hati dan semangat yang tak pernah padam. “Saya otodidak, Mas. Cuma lihat orang ngetok kendang, langsung ikut-ikut. Eh, keterusan sampai sekarang,” ucap Asep dengan senyum tipis, saat ditemui oleh tim media PT Berita Istana Negara di bengkel AS Audio Car miliknya, yang berlokasi di Jl. Sragen–Batu Jamus KM 12, Kios Renteng (Lor Pom Bensin Botok).

Nomor WhatsApp-nya masih aktif: 0878-8693-9115, tempat di mana job dan pesanan audio mobil berdatangan, menggantikan gegap gempita panggung yang dulu pernah jadi rumahnya.

Asep bukan nama asing bagi dunia musik tradisional, khususnya campursari. Namanya harum di Jabodetabek. Kendangnya sudah menggema di Lampung, Palembang, Manado, Makassar, hingga berbagai penjuru Kalimantan. Ia bercerita, darah seni sudah mengalir dari sang kakek yang seorang dalang, meski hidup membawanya ke arah yang berbeda.

Namun di balik gemerlap perjalanan itu, tersimpan cerita getir yang tak banyak diketahui orang.

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
Polda Jateng Luncurkan SOP Sekolah Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Lingkungan Yayasan Kemala Bhayangkari
LPK-RI Resmi Gugat PT Econext Ventures Indonesia, Desak Pengembalian Dana Korban Investasi Ilegal
Ekspansi ke NTB, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan dan Perkuat Dampak Sosial

“Saya bawa anak perempuan saya ikut manggung, waktu dia masih kelas dua SD. Soalnya saya sudah pisah sama istri. Ndak ada yang jaga,” tutur Asep, suaranya mulai bergetar. “Saya main kendang, anak saya duduk di pinggir panggung. Kadang ngantuk, kadang tanya, ‘Ayah, pulangnya kapan?’ Itu paling berat…”

Dibalik tawa penonton, Asep menyembunyikan rindu, lelah, dan luka yang hanya bisa disalurkan lewat tabuhan kendang. Banyak malam ia tidur di teras panggung, beralaskan tikar, menanti pagi demi bisa kembali bekerja. Status duda yang disandangnya membuat hidup lebih keras—ia harus jadi ayah dan ibu sekaligus.

Kini, Asep perlahan meninggalkan panggung. Ia memilih fokus pada usahanya di bidang audio mobil. Namun, sesekali, jika ada acara yang benar-benar memanggil jiwanya, kendang tua itu kembali dipanggulnya, dan Asep Kuncir pun kembali bernyanyi lewat tabuhan.

“Saya nggak pernah nyesel. Hidup ini ya gitu. Kadang rame, kadang sepi. Tapi asal anak saya bisa sekolah, bisa bahagia, saya nggak minta apa-apa lagi.”

Asep Kuncir, bukan sekadar penabuh kendang. Ia adalah potret dari banyak ayah yang berjuang dalam diam. Yang tabuhannya tak sekadar musik, tapi nyawa—dan cinta yang tak pernah pudar.

Penulis: iTO

TAGGED:BERITA ISTANA SRAGENPPWI JATENG
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Pencurian 33 Perhiasan Emas Berlian  Keluarga Korban Desak Evaluasi Serius Penegakan Hukum di Polsek Semarang Barat
Next Article Kakordos Akmil Pimpin Upacara Bendera Minggu Pertama Bulan Agustus
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Polemik Meledak! Pasopati Nusantara Jaya Bongkar Alasan Pemecatan Andik, Eko HK: Organisasi Tetap Solid!
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen
Berita Istana
Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas
Berita Istana
Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?