JAKARTA – Sosok Warsito dikenal sebagai salah satu penggerak media online yang aktif dalam dunia jurnalistik dan organisasi pers. Ia menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) sekaligus Pemimpin Redaksi PT Berita Istana Negara, perusahaan media yang didirikannya pada 18 Oktober 2018.
Sejak awal berdiri, Warsito membawa semangat membangun perusahaan media yang mampu memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana kontrol sosial terhadap berbagai persoalan publik.
Di bawah kepemimpinannya, PT Berita Istana Negara disebut telah berkembang menjadi jaringan media nasional yang membawahi 18 portal berita online aktif, dengan kantor perwakilan yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.
Dalam menjalankan perusahaan media, Warsito memberikan perhatian terhadap pemberitaan berbagai persoalan hukum, dugaan tindak pidana korupsi, pungutan liar (pungli), penyalahgunaan wewenang, serta aktivitas ilegal yang menjadi perhatian masyarakat.
Menurut visi pengembangan media tersebut, pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Koordinator SMSI Solo Raya
Selain menjabat sebagai Dirut dan Pemimpin Redaksi PT Berita Istana Negara, Warsito juga dikenal sebagai Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Solo Raya.
Melalui aktivitas organisasi pers tersebut, ia turut mendorong penguatan perusahaan media siber, profesionalisme jurnalistik, serta peningkatan kualitas pemberitaan di wilayah Solo Raya dan sekitarnya.
Peran tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam membangun komunikasi dan memperkuat jaringan antarpengelola media online.
Pemilik Akun TikTok Mata Jateng
Tidak hanya aktif melalui media online dan organisasi pers, Warsito juga mengembangkan media sosial melalui akun TikTok Mata Jateng.
Akun tersebut menjadi salah satu sarana penyebaran informasi, publikasi peristiwa daerah, serta penyampaian berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Pemanfaatan platform digital ini menunjukkan bahwa perkembangan media tidak hanya bergantung pada portal berita, tetapi juga membutuhkan kehadiran di berbagai platform media sosial agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Salah satu semangat yang diusung Warsito dalam mengembangkan dunia media adalah slogan “Lahirnya Sejuta Penulis Indonesia”.
Slogan tersebut mencerminkan harapan agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, berani menulis, menyampaikan gagasan, dan mengangkat persoalan di lingkungan masing-masing melalui karya jurnalistik maupun tulisan informatif.
Warsito memandang bahwa dunia digital memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyebaran informasi. Namun, kebebasan tersebut juga harus disertai tanggung jawab, verifikasi informasi, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
Aktif Menanggapi Isu Nasional dan Daerah
Dalam aktivitas publiknya, Warsito juga beberapa kali menyampaikan pandangan mengenai dinamika politik nasional dan persoalan daerah, termasuk isu-isu yang berkembang di Kabupaten Sragen dan wilayah Jawa Tengah.
Sejumlah pemberitaan di media online turut mengangkat tanggapannya mengenai posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinamika politik nasional, serta persoalan penggunaan lahan dan pembangunan di Sragen.
Berbagai pandangan tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya sebagai pengelola media sekaligus pemerhati persoalan publik.
Berkomitmen Mengembangkan Media Digital
Perjalanan Warsito sejak mendirikan PT Berita Istana Negara pada 18 Oktober 2018 menunjukkan kiprahnya dalam membangun jaringan media digital.
Dengan menggabungkan pengelolaan perusahaan pers, aktivitas organisasi SMSI Solo Raya, serta pengembangan akun TikTok Mata Jateng, Warsito berupaya memperluas ruang penyebaran informasi dan partisipasi masyarakat.
Ke depan, tantangan media digital tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada kemampuan menjaga akurasi, independensi, keberimbangan, dan kepercayaan publik.
Bagi Warsito, semangat “Lahirnya Sejuta Penulis Indonesia” menjadi salah satu cita-cita untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga berani menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.(Azs)

