Pati – Sejumlah warga Pati menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Teguh dan Botok yang mendirikan posko menggunakan mobil ambulans dengan Nopol K 9044 PB di depan Polresta Pati. Keberadaan posko tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, arus lalu lintas, hingga aktivitas belajar para pelajar di sekitar lokasi.
Menurut warga, posisi posko yang berada di kawasan padat aktivitas membuat pengguna jalan merasa terganggu, terutama pada jam sibuk saat masyarakat berangkat kerja dan anak-anak masuk sekolah. Mereka menilai penggunaan kendaraan ambulans sebagai posko aksi di ruang publik juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jelas mengganggu pengguna jalan lain. Lokasinya tepat di depan Polresta dan dekat sekolah. Saat jam berangkat maupun pulang sekolah, kondisi lalu lintas menjadi ramai dan aktivitas posko itu membuat masyarakat tidak nyaman,” ujar beberapa warga Pati.
Di sekitar lokasi tersebut terdapat dua sekolah besar, yakni SMK Negeri 1 Pati dan SMA Negeri 2 Pati.
Lebih lanjut Yudi, menegaskan bahwa keberadaan posko tersebut sangat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Menurutnya, lokasi posko yang berada tepat di depan kantor kepolisian berdampak terhadap aktivitas putra-putri yang setiap hari berangkat dan pulang sekolah.
“Pembuatan posko di depan Polres sangat mengganggu putra-putri kita yang sedang sekolah. Kami sangat mengapresiasi langkah tegas yang diambil oleh Polresta Pati yang mengambil tindakan membubarkan keberadaan posko tersebut,” ujar Yudi saat dihubungi media ini.
Ia juga mempertanyakan tujuan utama didirikannya posko tersebut. Menurutnya, hingga kini masyarakat tidak mengetahui secara jelas apakah posko itu dibuat untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum.
Warga menilai keberadaan posko di area itu berpotensi mengganggu konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar serta membahayakan keselamatan pelajar saat menyeberang jalan ketika jam masuk maupun pulang sekolah.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti dampak sosial dari aksi tersebut. Mereka berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak membuat kegaduhan di ruang publik yang digunakan masyarakat luas.
“Warga Pati jumlahnya kurang lebih 1,3 juta jiwa. Jangan sampai kepentingan segelintir kelompok justru mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat banyak,” ungkap warga lainnya.
Warga meminta agar aspirasi ataupun bentuk aksi disampaikan secara tertib dan tetap menghormati kepentingan umum, terutama hak para pelajar untuk mendapatkan suasana belajar yang aman dan nyaman. Mereka juga berharap aparat dapat mengambil langkah bijak demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.(ITO)