Minggu, 8 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA BOYOLALI
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPT. BERITA ISTANA NEGARATNI & POLRI

Warga Keluhkan Limbah Bau SPPG Pulutan Nogosari, Dapur Berada di Bekas Kandang Sapi Milik Kades Giyarti

Berita Istana
Last updated: Minggu, 8 November 2026 11:46 11:46:34 am
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

BOYOLALI, – Sejumlah warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulutan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dapur yang disebut mengeluarkan bau tidak sedap.

SPPG yang menjadi sorotan warga tersebut disebut-sebut berkaitan dengan Giyarti, Kepala Desa Pulutan yang saat ini menjabat melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga kepada awak media pada Minggu (8/11/2026). Mereka mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah aktivitas dapur SPPG.

Menurut keterangan beberapa warga, bangunan yang kini digunakan sebagai dapur SPPG sebelumnya merupakan bekas kandang sapi yang kemudian dialihfungsikan menjadi tempat pengolahan makanan.

“Warga mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur. Kami berharap persoalan ini segera diperhatikan karena lingkungan tempat tinggal kami juga harus dijaga,” ungkap salah seorang warga.

Keluhan Warga Disebut Tidak Mendapat Tanggapan
Warga mengungkapkan bahwa sejumlah masyarakat sebelumnya telah menyampaikan protes terkait kondisi lingkungan di sekitar dapur tersebut. Namun, menurut pengakuan warga, keluhan mereka belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik
Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT
Dukung Swasembada Pangan, Polres Pasuruan Tanam Jagung Serentak Bersama Santri Ponpes Sabilunnajah
Bukti Komitmen Keberlanjutan, Jasa Marga Raih Predikat Gold pada 6th TJSL & CSR Award 2026

Persoalan lain yang turut disorot adalah dugaan aliran air limbah yang melewati lahan milik warga lain.

Warsito turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa operasional dapur SPPG harus memperhatikan standar bangunan, ketersediaan lahan, sistem pengelolaan air limbah, serta akses jalan yang memadai.

“Jangan sampai operasional dapur pelayanan pemenuhan gizi justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar. Standar bangunan, pengelolaan limbah, dan akses jalan harus diperhatikan. Apalagi jika benar air limbah mengalir melalui lahan milik orang lain,” tegas Warsito.

Ia meminta pihak pengelola maupun mitra SPPG segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan dan sistem pembuangan limbah agar tidak merugikan masyarakat.

Warga Mengaku Ada yang Dipecat Setelah Mengunggah Keluhan
Hal lain yang menjadi perhatian adalah pengakuan warga mengenai adanya seseorang yang disebut mengalami pemutusan hubungan kerja setelah menyampaikan keluhan melalui status WhatsApp.

Menurut penuturan warga, seseorang yang mengunggah persoalan tersebut di WhatsApp Story disebut langsung diberhentikan.

Namun, informasi mengenai dugaan pemecatan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan maupun pengelola SPPG.
Jika benar terjadi, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Riwayat Keluhan terhadap Pelayanan Kepala Desa
Sejumlah warga juga mengaitkan persoalan SPPG ini dengan keluhan mereka sebelumnya mengenai pelayanan administrasi pemerintahan desa.

Warga menyebut Giyarti pernah menjadi perbincangan karena dianggap sulit ditemui atau dimintai tanda tangan untuk keperluan administrasi warga.

Pengakuan tersebut merupakan keterangan warga yang masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pemerintah desa.

Masyarakat berharap persoalan pelayanan publik maupun lingkungan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Warsito meminta instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pihak yang berwenang mengawasi operasional SPPG, turun langsung melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan diharapkan meliputi kelayakan bangunan, standar sanitasi dapur, pengelolaan limbah cair, ketersediaan akses jalan, serta dampak aktivitas dapur terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, program pemenuhan gizi masyarakat harus berjalan dengan baik, tetapi hak warga sekitar untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman juga wajib diperhatikan.

“Warga jangan sampai hanya menjadi pihak yang menanggung dampak. Kalau ada keluhan, harus didengarkan dan diselesaikan. Program yang baik harus dijalankan dengan tata kelola yang baik pula,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, keluhan warga dan berbagai dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi MATA JATENG membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Giyarti selaku Kepala Desa Pulutan maupun pihak pengelola dan mitra SPPG Pulutan.

MATA JATENG – Lahirnya Sejuta Penulis Indonesia.

 

Warsito : Koordinator SMSI Solo Raya Angkat Bicara, Warga Keluhkan Sulitnya Meminta Tanda Tangan Kades Pulutan Nogosari

TAGGED:BERITA ISTANA BOYOLALISPPG PULUTAN NOGOSARI
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article BRI Finance Perkuat Pembiayaan Alat Berat, Bidik Peluang dari Proyek Energi Terbarukan
Next Article Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Misteri! Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Sragen Beralih Fungsi Menjadi Perumahan, Warsito Desak Pemerintah Bertindak Tegas
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Diduga Kuasai Tanah Irigasi Desa, Warga Sukoharjo Resah — PUPR Diminta Hati-Hati Terbitkan SLF PT Chutex
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Dugaan Korupsi Revitalisasi Sekolah Rp8,7 Miliar di Ngawi Disorot,Oknum Dosen Terlibat! 
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Bongkar Dugaan Jaringan Spion Pil Koplo Polres Ngawi, RN dan Istri Warga Tunjujgan Disebut Punya Peran, Warsito Desak Kapolri Bertindak
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito : Koordinator SMSI Solo Raya Angkat Bicara, Warga Keluhkan Sulitnya Meminta Tanda Tangan Kades Pulutan Nogosari
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Koordinator SMSI Solo Raya Soroti Pil Koplo di Sragen, Jangan Sampai Penangkapan Dijadikan ATM Oknum Polres Ngawi
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?